Minggu, 07 Juni 2009

Psittacosis

Dalam pulmonologi, psittacosis - juga dikenal sebagai penyakit nuri, demam nuri, dan ornithosis - adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Chlamydophila psittaci (sebelumnya Chlamydia psittaci) dan tidak hanya dari kakaktua, seperti macaw, cockatiel dan budgerigar, tetapi juga dari merpati, burung gereja, itik, ayam, camar dan berbagai jenis burung lainnya. Kata "ornithosis" hanya sinonim untuk "psittacosis" dalam konteks tertentu lebih umumnya istilah ini berlaku untuk setiap infeksi yang ditularkan oleh unggas.


Dalam burung, infeksi Chlamydophila psittaci disebut sebagai avian chlamydiosis (AC). Unggas yang terinfeksi kuman melepaskan bakteri melalui tinja, yang tetap dapat menularkan penyakit selama beberapa bulan. C. psittaci di burung seringkali sistemik dan infeksi dapat inapparent, parah, akut atau kronis dengan peluruhan berselang.Gejala pada burung termasuk "Kesulitan bernapas, kotoran berbentuk cair."


Diagnosa awal mungkin melalui gejala, namun biasanya dikonfirmasi melalui antigen dan ujian antibodi. Sebuah tes berbasis PCR juga tersedia. Walaupun salah satu dari tes ini dapat mengkonfirmasikan adanya psittacosis, terkadang bisa saja salah, sehingga kombinasi tes laboratorium & klinis dianjurkan sebelum menyimpulkan bahwa seekor burung sehat. Infeksi biasanya melalui kotoran burung lain yang terinfeksi, melalui bulu dan telur ,baik terhirup atau tercerna.


Psittacosis pertama kali dilaporkan di Eropa pada 1879.


Infeksi ini diobati dengan antibiotik. Tetracyclines dan chloramphenicol merupakan obat pilihan untuk merawat pasien dengan psittacosis. Kebanyakan orang memakai terapi oral doxycycline, tetracycline hydrochloride, atau chloramphenicol palmitate. Perawatan biasanya melalui antibiotik, seperti doxycycline atau tetracycline, dan dapat administratif melalui tetes di dalam air, atau suntikan.Banyak dari jenis C. psittaci rentan terhadap bacteriophage.


Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakit yang disebarkan oleh burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia.


Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain adalah gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluran pernafasan, diare, tremor serta kelemahan pada anggota gerak. Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress dan makanan yang kekurangan gizi.


Posted by eGuru Uroborus

0 komentar:

About This Blog

  © Free Blogger Templates Cool by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP